
Ia menjelaskan, layanan transportasi publik di Makassar saat ini juga telah didukung Bus atau Trans Sulsel yang disediakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan melintasi sejumlah ruas jalan utama.
Karena itu, Pemkot Makassar tidak ingin membangun sistem yang justru tumpang tindih dengan layanan maupun moda transportasi lokal yang sudah berjalan. Sistem baru nantinya diharapkan dapat melengkapi layanan tersebut sekaligus memperluas konektivitas antarkawasan.
Munafri menyebut mobilitas masyarakat di Makassar cukup tinggi. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa pada malam hari, aktivitas masyarakat pada siang hari dapat meningkat hingga hampir 2 juta orang karena adanya pergerakan keluar-masuk kota.
“Kota Makassar ini penduduknya kurang lebih 1,4 juta jiwa, dan itu kondisi di malam hari. Di siang hari itu hampir 2 juta penduduk yang datang dan keluar di Kota Makassar,” kata Munafri.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menunjukkan pentingnya sistem transportasi publik yang aman, nyaman, terintegrasi, serta mampu menjangkau kawasan strategis dan pusat aktivitas masyarakat.
Meski demikian, Munafri menegaskan pengembangan transportasi bus terintegrasi tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Pemkot Makassar akan memastikan setiap rencana didukung kajian menyeluruh agar sistem yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.





