
Pembagian lokasi perlombaan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah kepada para peserta dan pendamping yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
Dampak ekonomi dari penyelenggaraan MTQ juga mulai dirasakan daerah tuan rumah. Kedatangan rombongan kafilah dan pendamping mendorong peningkatan aktivitas perhotelan, pusat perbelanjaan, UMKM, hingga pelaku usaha di sekitar kawasan Karebosi.
Di balik kemeriahan penyelenggaraan, MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 juga menjadi momentum khusus bagi jajaran DPKN. Zudan menyebut gelaran di Makassar sebagai agenda nasional terakhir yang diselenggarakan kepengurusan yang dipimpinnya setelah 12 tahun menjalankan tugas.
Selama masa kepengurusan tersebut, DPKN telah mengawal tujuh penyelenggaraan MTQ nasional, termasuk satu edisi yang digelar secara virtual pada 2020 akibat pandemi Covid-19.
Zudan menyebut MTQ di Makassar sebagai “MTQ wada” atau momentum perpisahan sebelum proses regenerasi kepemimpinan organisasi berlangsung dua tahun mendatang.
Menutup keterangannya, Zudan mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan memberikan penampilan terbaik. Menurutnya, keberhasilan MTQ KORPRI tidak semata diukur dari siapa yang menjadi juara, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterapkan dalam integritas dan pengabdian ASN saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. (*)





