
SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA — Pemerintah Kota Makassar terus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengubah potensi mereka menjadi peluang ekonomi. Salah satunya melalui program Makassar Creative Hub (MCH) yang dirancang sebagai wadah pengembangan talenta dan ekosistem industri kreatif.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memaparkan program tersebut saat menjadi narasumber Zona Inspirasi di Studio Redaksi Kompas TV, Palmerah Selatan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Munafri mengatakan, MCH hadir untuk menjawab kebutuhan anak muda terhadap ruang berkarya, akses industri, hingga ekosistem yang dapat mendukung pengembangan ide dan keterampilan.
Menurutnya, Makassar memiliki banyak anak muda dengan potensi besar. Namun, keterbatasan ruang fisik dan akses terhadap dunia industri masih menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab pemerintah.
Karena itu, MCH tidak hanya disiapkan sebagai tempat berkumpul atau berkegiatan. Program tersebut dirancang dengan mempertemukan komunitas, pelaku usaha, pencari kerja, hingga institusi pendidikan dalam satu ekosistem kolaboratif.
Dari ruang tersebut, kreativitas diharapkan dapat berkembang menjadi aktivitas produktif yang memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Munafri menegaskan seluruh fasilitas dan ruang pengembangan yang tersedia di MCH dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.
Kebijakan tersebut dilakukan agar fasilitas publik benar-benar menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk melahirkan gagasan, mengembangkan inovasi, meningkatkan keterampilan, hingga menciptakan peluang kerja.
Program yang telah berjalan selama dua tahun itu pun mendapat respons positif dari masyarakat, terutama kalangan generasi muda. Berbagai kegiatan yang digelar bahkan telah berkembang dari skala lokal hingga kegiatan tingkat nasional dan internasional.
Tak berhenti pada penyediaan tempat, MCH juga diarahkan untuk mendukung inkubasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pelatihan keterampilan atau upskilling, serta memperluas jejaring bisnis.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah menjembatani kesenjangan antara kemampuan tenaga kerja dengan kebutuhan industri yang terus berubah.
Target Hadir di 15 Kecamatan
Pengembangan ruang kreatif di Makassar tidak hanya mengandalkan fasilitas milik pemerintah. Pemkot Makassar juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta, pengelola pusat perbelanjaan, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan fasilitas kreatif sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap ruang pengembangan diri dan peluang ekonomi.
Dalam lima tahun ke depan, Pemkot Makassar menargetkan jaringan ruang kreatif tersebut dapat berkembang hingga mencakup 15 kecamatan di Kota Makassar.
Setiap ruang nantinya akan disesuaikan dengan karakter dan potensi unggulan masing-masing wilayah. Dengan demikian, pengembangan ekonomi kreatif tidak berjalan seragam, tetapi mengikuti kekuatan yang dimiliki setiap kecamatan.
Munafri berharap keberadaan MCH dan pengembangan jaringan ruang kreatif tersebut dapat mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri secara ekonomi.
Program ini juga diarahkan untuk membantu menekan pengangguran dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Makassar.
Bagi Munafri, generasi muda tidak boleh hanya ditempatkan sebagai konsumen dalam industri kreatif. Mereka harus diberi ruang untuk menjadi pencipta karya sekaligus aktor utama yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah. (*)





