BusinessNasionalNews

HIM 2026, OJK Perkuat Budaya Menabung Generasi Muda Hadapi Tantangan Ekonomi Digital

SOLUSIMEDIA.ID,BEKASI– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan terkait terus memperkuat budaya menabung sejak dini sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian dan kesejahteraan finansial masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 dengan tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”. Puncak kegiatan digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8), dan diikuti lebih dari 1.100 pelajar serta mahasiswa.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kebiasaan menabung perlu dibangun sejak dini dan dilakukan secara konsisten. Menurutnya, menabung tidak harus menunggu memiliki uang dalam jumlah besar, melainkan dimulai dengan menyisihkan uang sedikit demi sedikit.

BACA JUGA  OJK Genjot Literasi Keuangan Sejak Sekolah, Siapkan Generasi Muda Tangguh Hadapi Risiko Finansial

“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit,” kata Friderica.

Penguatan budaya menabung salah satunya dilakukan melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Sepanjang September 2025 hingga Juni 2026, sebanyak 679 ribu rekening pelajar baru telah dibuka. Selain itu, lebih dari 270 ribu kegiatan Bank Goes to School telah dilaksanakan di 122 ribu sekolah.

BACA JUGA  Muchlasin Resmi Pimpin OJK Sulselbar, Fokus Tingkatkan Literasi Keuangan

Whatsapp Image 2026 08 29 At 09.32.33

Pada HIM 2026, Sekolah Rakyat menjadi salah satu sasaran utama. Peserta didik yang berasal dari keluarga prasejahtera dinilai menjadi segmen strategis untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara merata.

OJK menilai penguatan budaya menabung pada generasi muda menjadi bagian penting dalam mendukung target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045. Melalui kolaborasi lintas sektor, budaya menabung diharapkan tidak hanya membentuk kebiasaan finansial yang sehat, tetapi juga memperkuat kesiapan generasi muda dalam merencanakan masa depan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button