
Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya mengandalkan lingkungan sekolah. Pembentukan adab, etika, dan nilai agama harus dimulai dari rumah dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari keluarga.
“Saya berharap Majelis Taklim ini bisa membantu, menjadi bagian suportif pembangunan masyarakat, khususnya yang berdomisili di Kota Makassar. Ini penting sekali saat ini, bagaimana mengembalikan pendidikan adab yang dimulai dari rumah tangga untuk anak-anak kita,” tuturnya.
Munafri menegaskan, kecerdasan intelektual saja belum cukup untuk membentuk generasi berkualitas. Kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan akhlak, etika, dan karakter yang kuat.
Karena itu, momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi pengingat untuk kembali meneladani kehidupan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Munafri mengajak masyarakat menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan, terutama dalam membangun hubungan dengan keluarga, sesama manusia, dan lingkungan sosial.
“Ada satu sosok idola yang harus kita teladani bersama. Inilah Nabi Muhammad SAW yang hari ini kita peringati maulid dalam rangka proses kelahirannya,” pungkas Munafri Arifuddin.(*)





