
“Kita lihat sendiri bus dan truk antre sampai dua kilometer. Dari jam 06.00 sampai 09.00 WITA, itu juga majunya hanya satu langkah,” keluh warga tersebut.
JMSI Soroti Beban Ekonomi Warga
Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Selatan menyesalkan kondisi kelangkaan BBM dan LPG yang dinilai semakin membebani masyarakat.
Ketua JMSI Sulsel, Ilham Husain, mengatakan, tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat kini diperparah dengan waktu yang harus terbuang untuk mengantre BBM.
“Sepanjang Indonesia merdeka, ini paling parah. Mobil antre di mana-mana dengan antrean panjang,” kata Ilham dalam keterangannya di Makassar.
Menurut pria yang akrab disapa Itol tersebut, antrean panjang BBM tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap kegiatan ekonomi.
“Kondisi ini mengganggu aktivitas ekonomi, memicu pemborosan waktu, dan meningkatkan beban biaya hidup. Kita dipaksa keliling mencari SPBU yang masih memiliki stok,” tegasnya.
Ia menilai, masyarakat seharusnya dapat menggunakan waktu untuk bekerja dan menjalankan aktivitas produktif. Namun, kelangkaan BBM membuat warga harus menghabiskan waktu di jalan demi mendapatkan bahan bakar.





