
Di Lakkang, revitalisasi menyasar fasilitas pendidikan jenjang SD hingga SMP, termasuk perbaikan ruang kelas dan penyediaan meubelair. Sementara di Bone Tambu, Pemkot Makassar melakukan penanganan terhadap kerusakan bangunan sekolah yang disebabkan abrasi pantai.
Ke depan, pengembangan fasilitas pendidikan di kepulauan tidak hanya berfokus pada perbaikan gedung. Pemkot juga merancang penyediaan sarana pendukung digital dan energi, seperti jaringan listrik, akses internet, hingga penggunaan panel surya.
Pembenahan rumah dinas bagi kepala sekolah dan pendidik di wilayah kepulauan turut menjadi bagian dari perhatian pemerintah. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kenyamanan tenaga pendidik selama menjalankan tugas.
Melalui berbagai intervensi tersebut, Pemkot Makassar menargetkan kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah daratan dan kepulauan dapat terus dipangkas. Anak-anak di pulau terluar diharapkan memperoleh kesempatan belajar dengan mutu yang setara dengan siswa di pusat Kota Makassar.
Penghargaan nasional ini sekaligus menjadi dorongan bagi Pemkot Makassar untuk terus memperkuat pemerataan layanan pendidikan, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia di seluruh wilayah kota. (*)





