
“Ini bukan libur, tetapi belajar dari rumah. Kita ingin mengurangi kepadatan kendaraan, sehingga masyarakat tidak semakin terbebani dengan kondisi antrean BBM,” jelasnya.
Pemkot Koordinasikan Penanganan Antrean
Selain menerapkan pembelajaran dari rumah, Pemkot Makassar terus berkoordinasi dengan PT Pertamina Regional Sulawesi untuk mencari solusi atas persoalan antrean BBM.
Munafri sebelumnya meminta pengelola SPBU memaksimalkan seluruh fasilitas pelayanan, termasuk mengaktifkan seluruh nozzle dan menambah petugas operator agar waktu pengisian dapat dipercepat.
Ia juga mendorong pengaturan alur kendaraan serta optimalisasi SPBU di wilayah penyangga seperti Maros dan Gowa untuk membantu mengurangi kepadatan di dalam Kota Makassar.
Menurut Munafri, penanganan antrean BBM membutuhkan langkah bersama antara pemerintah, Pertamina, pengelola SPBU, dan masyarakat.
“Tidak ada lagi siapa yang benar, siapa yang salah. Tapi bagaimana ini secepatnya kita bisa urai secara bersama-sama,” katanya.
Pemkot Makassar berharap langkah taktis tersebut dapat membantu mengurangi mobilitas sementara, sembari menunggu penanganan antrean BBM dilakukan secara lebih menyeluruh. (*)





