
Selain itu, Munafri mendorong optimalisasi SPBU di wilayah penyangga, khususnya Maros dan Gowa, sebagai lokasi penyangga untuk mengurangi kepadatan antrean di dalam Kota Makassar.
Ia menegaskan, persoalan antrean BBM harus segera ditangani karena mulai berdampak pada mobilitas warga, aktivitas ekonomi, hingga pelayanan publik.
“Yang paling penting adalah kita memastikan benar-benar ini ditangani dan masyarakat mendapatkan penjelasan,” katanya.
Pertamina Tambah Jam Operasional
Sementara itu, Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Regional Sulawesi Deny Sukendar memastikan stok BBM untuk masyarakat di Makassar dan Sulawesi Selatan dalam kondisi aman.
Pertamina, kata Deny, telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi kepadatan antrean, termasuk memperpanjang waktu operasional SPBU. Saat ini, sebanyak 25 SPBU di Makassar telah beroperasi selama 24 jam.
“Sejauh ini sudah ada 25 SPBU yang buka 24 jam. Nanti kita lihat kondisinya. Apabila memang diperlukan, tentu akan kita tambah,” jelas Deny.
Selain memperpanjang jam operasional, Pertamina juga meningkatkan penyaluran BBM. Penyaluran solar disebut meningkat sekitar 15 persen di atas kondisi normal, sedangkan Pertalite meningkat sekitar 8 persen, dan pada kondisi tertentu mencapai 10 persen di atas kondisi normal.





