
Mantan Anggota DPR RI Komisi IX tersebut menilai, penyakit menular tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat. Menurunnya produktivitas dan meningkatnya beban pengeluaran kesehatan dapat memperburuk kerentanan ekonomi keluarga.
Karena itu, skema pembiayaan melalui APBD, Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Kelurahan perlu dioptimalkan untuk mendukung penanganan ATM secara terintegrasi.
Perkuat Peran Kader dan Kurangi Stigma
Dukungan terhadap penguatan kemitraan juga disampaikan Ketua ADINKES Provinsi Sulawesi Selatan, M. Ishak Iskandar, yang juga menjabat Asisten I Pemprov Sulsel.
Ia menekankan bahwa pendekatan medis harus berjalan beriringan dengan perbaikan faktor lingkungan, sosial, dan perilaku. Pemanfaatan Dana Kelurahan diharapkan dapat memperkuat peran kader kesehatan sekaligus mendorong pengurangan stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV/AIDS maupun pasien TBC dan malaria.
Sementara itu, Program Koordinator RSSH ADINKES Sulsel, Raden Muliati, menekankan pentingnya perencanaan anggaran di tingkat kelurahan yang disusun secara inklusif dan berbasis kebutuhan masyarakat.





