
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air sekaligus meningkatkan ketahanan operasional menghadapi perubahan dan variabilitas kondisi iklim, khususnya karena kegiatan industri di Sorowako bergantung pada energi hidro sebagai salah satu sumber utama listrik.
Efisiensi Energi dan Dekarbonisasi
PT Vale juga mengembangkan sejumlah program untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan mengurangi emisi dalam kegiatan pertambangan maupun pengolahan nikel.
Program tersebut meliputi optimalisasi dan pelapisan kanal untuk mengurangi kehilangan air, konversi ketel uap berbahan bakar minyak menjadi electric boiler, serta pengelolaan bijih untuk menurunkan kadar air sebelum proses pengeringan.
Perusahaan turut meningkatkan efisiensi sistem pengangkutan material dan mengembangkan program elektrifikasi serta pemanfaatan energi rendah karbon.
Abu mengatakan penggunaan PLTA sebagai sumber utama listrik turut membantu menjaga intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) dari operasi pengolahan nikel di Sorowako.
“Pemanfaatan PLTA sebagai sumber utama pasokan listrik untuk proses pengolahan nikel membantu operasi Sorowako mempertahankan intensitas emisi GRK yang relatif rendah dibandingkan sejumlah fasilitas pengolahan nikel saprolit sejenis di Indonesia,” katanya.





