
“Urban Climate Forum 2026 menjadi ruang penting bagi kami untuk bertukar pengalaman dan memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan perkotaan, khususnya perubahan iklim,” ujar Aliyah.
Ia menegaskan pembangunan Kota Makassar perlu berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan dan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Aliyah, persoalan perubahan iklim tidak dapat ditangani pemerintah secara sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk membangun kota yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
“Persoalan iklim dan pembangunan perkotaan tidak dapat diselesaikan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan berbagai pemangku kepentingan,” katanya.
Melalui forum tersebut, Pemkot Makassar juga berkesempatan mempelajari berbagai praktik pengelolaan kota dari daerah maupun jejaring kota lainnya, khususnya dalam bidang transportasi berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, ketahanan iklim, dan tata kelola perkotaan.
UCF 2026 turut membahas bagaimana komitmen nasional dan regional terkait perubahan iklim dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan aksi konkret di tingkat kota. UCLG ASPAC mendorong penguatan tata kelola lintas pemerintahan dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.





