MakassarNews

Dinas PU Makassar Siapkan 65 Titik SPAM hingga 2027, Perkuat Akses Air Bersih Warga

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat infrastruktur penyediaan air bersih sebagai langkah menghadapi persoalan kekeringan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), Pemkot Makassar menyiapkan program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang mencakup total 65 lokasi hingga 2027.

Program tersebut diarahkan terutama ke kawasan yang belum mendapatkan pelayanan jaringan distribusi PDAM secara optimal. Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan persoalan kekeringan tidak semata-mata disebabkan oleh rendahnya curah hujan, tetapi juga berkaitan dengan ketersediaan sumber air dan kemampuan distribusi menjangkau masyarakat.

“Persoalan kekeringan tanggung jawab kami Pemerintah untuk menyiapkan SPAM kebutuhan jangka panjang, sangat berkaitan dengan ketersediaan dan distribusi bagi warga Kota Makassar,” ujar Zuhaelsi, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, pembangunan SPAM menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah agar penanganan kekeringan tidak hanya mengandalkan distribusi air melalui mobil tangki saat kondisi darurat.

Dinas PU juga berkolaborasi dengan sejumlah OPD, termasuk BPBD dan PDAM, untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi.

“Sehingga kami dari Dinas PU Kota Makassar juga terus melakukan langkah-langkah antisipasi, bekerja dengan kolaborasi, dan memastikan kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat terhadap air terpenuhi,” jelasnya.

Pembangunan SPAM diprioritaskan di kawasan yang belum terjangkau layanan PDAM, termasuk wilayah pinggiran dan kawasan utara Makassar. Sejumlah wilayah kepulauan juga menjadi perhatian karena memiliki tantangan geografis dalam penyediaan air bersih.

Di kawasan kepulauan, sebagian masyarakat masih mengandalkan sumur dangkal yang debitnya berpotensi menurun saat musim kemarau. Karena itu, pemerintah menyiapkan sistem penyediaan air yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

“Ini perlu, supaya masyarakat yang belum memperoleh layanan PDAM tetap akan menikmati akses air bersih yang layak dan aman,” katanya.

BACA JUGA  Perkuat Solidaritas dan Konsilidasi , JMSI Akan Gelar Musda Agustus Mendatang

Pengembangan SPAM dilakukan melalui empat skema, yakni pembangunan sistem baru, peningkatan kapasitas sistem yang sudah tersedia, perluasan jaringan melalui penambahan Sambungan Rumah (SR), serta pemeliharaan infrastruktur.

23 Lokasi pada 2025

Pada 2025, Dinas PU Makassar mengalokasikan kegiatan SPAM di 23 lokasi. Program tersebut tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Kepulauan Sangkarrang, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.

Dari jumlah tersebut, 14 lokasi merupakan pembangunan SPAM baru, empat lokasi untuk pemeliharaan, dua lokasi peningkatan kapasitas, dan tiga lokasi perluasan jaringan.

Untuk kawasan kepulauan, pembangunan disesuaikan dengan kondisi sumber air. Di Pulau Lumu-Lumu dan Barrang Caddi, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, misalnya, pemerintah menggunakan fasilitas Air Siap Minum (Arsinum).

Teknologi tersebut memungkinkan air payau diolah menjadi air siap minum sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Kalau di Pulau Sangkarrang ada beberapa titik di tahun 2025, ada dua di Pulau Lumu-Lumuk dan Barrang Caddi. Di situ bukan sumur bor, tetapi kami menyediakan alat Arsinum. Jadi air payau diolah menjadi air siap minum,” beber Zuhaelsi.

Berlanjut pada 2026 dan 2027

Program penguatan SPAM kembali dilanjutkan pada 2026 dengan pembangunan dan pengembangan di 18 lokasi. Wilayah yang menjadi sasaran antara lain Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.

Dari 18 lokasi tersebut, 10 merupakan pembangunan SPAM baru, tiga lokasi pemeliharaan, dua peningkatan kapasitas, dan tiga lokasi perluasan jaringan.

Pekerjaan SPAM mencakup pengeboran, pembangunan reservoir, bangunan pendukung, hingga jaringan Sambungan Rumah. Kapasitas setiap sistem dirancang sedikitnya melayani 50 SR dan pada sejumlah lokasi dapat mencapai lebih dari 100 SR, tergantung kebutuhan masyarakat.

“ Itu terdiri dari pengeboran, reservoir, bangunan lainnya, dan jaringan berupa Sambungan Rumah,” jelas Zuhaelsi.

BACA JUGA  Sambut Harganas ke-33, DPPKB Makassar Gelar Pelayanan KB Serentak di Seluruh Kecamatan

Sementara untuk 2027, Dinas PU menyiapkan 24 lokasi yang akan diusulkan memperoleh pagu anggaran. Fokus pengembangan diarahkan kembali ke wilayah utara Makassar, khususnya Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah.

Dari 24 lokasi tersebut, 16 di antaranya direncanakan menjadi pembangunan SPAM baru, sedangkan lokasi lainnya diperuntukkan bagi pemeliharaan, peningkatan kapasitas, dan perluasan jaringan.

Jika khusus menghitung pembangunan SPAM baru, sepanjang 2025 hingga 2027 terdapat 40 lokasi yang direncanakan. Rinciannya, 14 lokasi pada 2025, 10 lokasi pada 2026, dan 16 lokasi pada 2027.

Sementara jika seluruh jenis kegiatan SPAM dihitung, mulai dari pembangunan baru, pemeliharaan, peningkatan kapasitas hingga perluasan jaringan, total kegiatan mencapai 65 lokasi.

Didorong Jadi Solusi Jangka Panjang

Zuhaelsi menegaskan pembangunan SPAM merupakan bagian dari upaya Pemkot Makassar memperkuat ketahanan air masyarakat, khususnya warga yang belum mendapatkan pelayanan optimal dari jaringan distribusi PDAM.

Keberadaan sumur bor, reservoir, jaringan distribusi, dan Sambungan Rumah diharapkan dapat mendekatkan akses air bersih kepada masyarakat sekaligus menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Memang kami alokasikan bahwa dengan pembangunan sumur bor ini memberikan ketersediaan air bersih untuk jangka panjang kepada warga Kota Makassar yang tidak terlayani oleh jaringan distribusi PDAM,” katanya.

Selain membangun infrastruktur baru, Dinas PU juga melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi jaringan dan fasilitas SPAM yang telah tersedia.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan air bersih tetap berjalan dan mengurangi dampak kekeringan terhadap masyarakat ketika musim kemarau berlangsung.

“Secara rutin kami melakukan pemantauan kondisi infrastruktur dan jaringan yang terdistribusi untuk memastikan layanan dasar kepada masyarakat tetap ada dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan pada saat musim kemarau,” pungkas Zuhaelsi. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button