
“Di sini TPA dekat rumah potong hewan (RPH). Ini nanti bisa dijadikan ruang transaksi. Kalau mau beli sapi, transaksinya bisa di sini. Tinggal dilihat mana yang cocok,” ujarnya.
Munafri meminta kebutuhan pakan ternak dihitung secara cermat oleh PD Pasar Makassar Raya dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), termasuk memastikan seluruh sapi yang masih berkeliaran dapat secara bertahap ditempatkan di kawasan tersebut.
Area makan sapi juga akan ditata menggunakan paving block agar lebih mudah dibersihkan dan kondisi kandang tetap terjaga.
TPA Diarahkan Menuju Sanitary Landfill
Penataan ternak menjadi bagian dari pembenahan TPA Tamangapa yang secara bertahap diarahkan meninggalkan pola open dumping menuju sistem pengelolaan yang lebih terkendali dan sanitary landfill.
Timbunan sampah mulai ditutup menggunakan tanah urug untuk mengurangi dampak seperti bau dan keberadaan hama. Pemkot Makassar juga memperkuat pengelolaan air lindi melalui teknologi EcoTru dan penambahan unit pengolahan agar limbah tidak meluap maupun berpotensi masuk ke kawasan permukiman.
Di area timbunan, sejumlah pipa juga telah dipasang untuk mengalirkan gas metana yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah. Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya mengendalikan risiko yang muncul akibat penumpukan gas di dalam timbunan.





