
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PKS, Rezeki Nur, S.Kep., Ns., M.Kes., mendorong masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah melalui kebiasaan memilah sampah dari rumah. Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan pengawasan pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) terkait pengelolaan sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar di Karebosi Condotel, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan ini dikemas melalui sosialisasi pemilahan sampah dan penerapan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle. Ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat turut mengikuti kegiatan tersebut untuk memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Rezeki Nur menekankan bahwa persoalan sampah di perkotaan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, pemerintah, legislatif, dan masyarakat perlu membangun kesadaran bersama agar upaya pengurangan sampah dapat berjalan secara konsisten.
Ia menilai pemilahan sampah sejak dari sumbernya, khususnya rumah tangga, merupakan langkah sederhana yang dapat membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah. Pemisahan sampah berdasarkan jenisnya juga memudahkan proses pemanfaatan kembali dan daur ulang.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah langsung dari rumah dengan prinsip 3R sangat krusial agar beban TPA dapat berkurang secara signifikan,” ujar Rezeki Nur.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala DLH Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, S.STP., M.M., serta pemerhati lingkungan Andi Hasri, S.E., sebagai narasumber. Sementara itu, Muh. Anwar bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya pemaparan dan diskusi.
Helmy Budiman menjelaskan berbagai langkah strategis Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas. DLH terus mengupayakan penguatan fasilitas pemilahan sampah serta pengembangan kegiatan daur ulang hingga tingkat kelurahan.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pengelolaan sampah. Karena itu, penguatan kesadaran lingkungan perlu berjalan beriringan dengan penyediaan fasilitas dan sistem pengelolaan yang memadai.
Sementara itu, Andi Hasri menyoroti potensi ekonomi dari penerapan prinsip 3R. Ia menjelaskan bahwa sampah yang dikelola dengan baik tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pengelolaan bank sampah secara terarah, lanjutnya, berpotensi membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna. Dengan demikian, masyarakat dapat berkontribusi dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus mengembangkan kegiatan produktif di lingkungannya.
Antusiasme peserta terlihat melalui diskusi interaktif yang membahas berbagai persoalan sampah di lingkungan tempat tinggal. Sejumlah pertanyaan dan aspirasi disampaikan, mulai dari kebiasaan memilah sampah hingga penanganan sampah setelah dikumpulkan.
Kegiatan pengawasan Perda tersebut ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan Rezeki Nur, para narasumber, jajaran DLH Kota Makassar, dan peserta. Melalui kegiatan ini, pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah dan penerapan prinsip 3R diharapkan semakin meningkat, dimulai dari rumah tangga hingga lingkungan komunitas. (*)





