
Untuk memperluas jangkauan pelayanan, PDAM menyiapkan armada kecil di enam wilayah pelayanan. Kendaraan tersebut membawa tandon air sehingga dapat menyusuri lorong-lorong sempit yang tidak bisa dijangkau mobil tangki berukuran besar.
Andi Syahrum menjelaskan, bantuan air juga diberikan kepada masyarakat yang bukan pelanggan PDAM. Namun, distribusinya tetap dilakukan melalui mekanisme administrasi berupa surat permintaan.
Menurutnya, mekanisme tersebut diperlukan agar setiap distribusi air yang dilakukan PDAM dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau tidak pelanggan, tentu ada suratnya masuk. Supaya nanti kalau diperiksa, kita ke mana kok bawa air ini,” ujarnya.
“Karena air ini kan bernilai uang. Setetes air pun itu harus kita pertanggungjawabkan ke mana,” sambungnya.
Dalam penanganan krisis air tersebut, PDAM Makassar mencatat telah menerbitkan sebanyak 1.110 Surat Perintah Kerja (SPK) distribusi atau proyek air. Total volume air yang telah disalurkan mencapai sekitar 4,56 juta liter.
Distribusi juga dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan Polri. PDAM turut memberikan dukungan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.





