
Di sisi lain, PDAM tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi distribusi dan kualitas air. Salah satu indikator yang diperhatikan adalah antrean mobil tangki.
Andi Syahrum menyebut berkurangnya antrean kendaraan tangki dapat menjadi salah satu tanda bahwa pasokan air menuju jaringan pelayanan mulai kembali lebih lancar.
Sementara terkait adanya laporan air berwarna hitam yang sempat diterima masyarakat, ia menjelaskan kondisi tersebut dapat terjadi ketika jaringan pipa selesai menjalani pekerjaan atau pergantian.
Saat pipa yang sebelumnya kosong kembali dialiri air, endapan maupun material sisa di dalam jaringan dapat ikut terbawa aliran.
“Itulah, pergantian pipa, pada saat pipa kosong, kemudian air mengalir, tentu membawa beberapa ampas-ampas di situ,” jelasnya.
Menurut Andi Syahrum, jaringan perpipaan menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kualitas dan kontinuitas pelayanan PDAM. Sejumlah jaringan telah berkembang cukup kompleks dan berada di lokasi yang sulit dijangkau.
Ia mencontohkan jaringan pipa di kawasan Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Perintis Kemerdekaan yang berada sekitar dua meter di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat pekerjaan jaringan membutuhkan koordinasi serta perizinan dengan pihak terkait.





