
Ia menjelaskan, pendidikan anak usia dini tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi menjadi sebuah ekosistem yang melibatkan pemerintah, satuan pendidikan, guru, orang tua, masyarakat, dunia usaha, hingga Bunda PAUD.
Dalam ekosistem tersebut, Bunda PAUD memiliki posisi strategis sebagai penggerak, motivator, komunikator, sekaligus mitra dalam mendorong kemajuan PAUD.
Namun, menurut Melinda, peran tersebut perlu didukung kemampuan komunikasi yang baik agar pesan maupun program yang disampaikan dapat dipahami dan diterima oleh masyarakat.
“Untuk dapat menggerakkan dan menginspirasi, tentu dibutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik,” katanya.
Melinda menilai kemampuan public speaking tidak sebatas kemampuan berbicara di depan banyak orang. Lebih dari itu, komunikasi yang efektif diperlukan untuk membangun hubungan dan menyampaikan gagasan kepada berbagai pihak dengan karakter serta kebutuhan yang berbeda.
Bunda PAUD, lanjutnya, perlu mampu berkomunikasi dengan guru, orang tua, tokoh masyarakat, pemerintah hingga anak-anak.
Ia pun mendorong para Bunda PAUD untuk menyampaikan program dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Sebab, program yang baik akan sulit mendapatkan dukungan apabila tidak dikomunikasikan secara efektif.





