
Selain menghasilkan air bersih, penggunaan tenaga surya menjadi bagian penting dalam konsep tersebut. Pasalnya, sejumlah pulau berpenghuni masih mengandalkan genset berbahan bakar solar sebagai sumber listrik.
“Karena itu, penggunaan energi matahari untuk mengoperasikan sistem desalinasi kita harapkan dapat menjadi alternatif yang lebih mandiri,” katanya.
Meski demikian, Pemkot Makassar masih akan mengkaji kebutuhan energi, kapasitas panel surya, sistem penyimpanan daya serta biaya pemeliharaan sebelum menentukan teknologi yang akan digunakan.
Dari sisi pembiayaan, Munafri menyebut pemerintah kota akan mengupayakan program tersebut masuk dalam anggaran pokok. Namun, besaran dan pola penganggaran akan disesuaikan dengan hasil survei serta kebutuhan masing-masing pulau.
Pemkot juga akan menghitung sejumlah aspek teknis, termasuk lokasi fasilitas, kebutuhan lahan, kapasitas produksi, kualitas air laut dan jumlah masyarakat yang akan dilayani. Langkah tersebut dilakukan agar fasilitas yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan dan dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Munafri berharap penjajakan desalinasi berbasis tenaga surya ini dapat menjadi salah satu langkah pemerataan pelayanan dasar bagi masyarakat kepulauan. Selain mengurangi ketergantungan terhadap pasokan air dari daratan, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung kemandirian energi di wilayah kepulauan.





