
Ia mengatakan masih terdapat masyarakat yang membutuhkan bantuan di sektor perumahan, kesehatan, maupun bantuan sosial lainnya, namun belum masuk dalam jangkauan program. Karena itu, keterlibatan masyarakat dan pengurus RT/RW diharapkan dapat membantu memperluas pendataan di tingkat lingkungan.
Kepala Dinas Sosial Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan pihaknya tengah memastikan pembagian tugas antara Pemkot Makassar dan pihak terkait agar pelaksanaan kegiatan berjalan terkoordinasi.
Menurutnya, Pemkot Makassar telah menyiapkan sejumlah kebutuhan awal, mulai dari konsumsi, sistem pendataan peserta, keterlibatan camat, hingga dukungan kesehatan dan pengamanan.
“Kalau di pemerintah kota, kami menyiapkan prasyarat kegiatan. Misalnya, kami menyiapkan konsumsi, sistem, kemudian memastikan peserta yang terlibat, termasuk seluruh camat dan unsur terkait,” kata Andi Bukti.
Ia menyebut jumlah peserta yang mencapai sekitar 7.000 orang membutuhkan dukungan lintas OPD, termasuk jaringan layanan kesehatan dan pengamanan di sekitar lokasi kegiatan.
Andi Bukti juga menyampaikan adanya informasi mengenai kemungkinan dukungan dari Kemensos bagi RT/RW yang terlibat dalam gerakan tersebut. Namun, mekanisme penyaluran dukungan tersebut masih perlu dikoordinasikan lebih lanjut agar proses distribusinya jelas dan tercatat.





