
“Pak Wali Kota sangat serius memperbaiki TPA. Saya melihat intervensi yang dilakukan dengan cepat. Kalau kita planning dengan baik, harusnya masalah persampahan di Makassar bisa jauh lebih cepat teratasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan proyek perdagangan karbon berbasis TPA tetap membutuhkan sistem pengelolaan yang memenuhi standar teknis dan lingkungan. Karena itu, pengelolaan TPA perlu diarahkan untuk meninggalkan pola open dumping menuju sistem controlled landfill atau sanitary landfill.
Sistem tersebut nantinya perlu dilengkapi infrastruktur penangkapan gas metana. Gas yang terkumpul dapat dikelola melalui proses flaring atau dimanfaatkan sebagai sumber energi apabila memenuhi aspek kelayakan teknis dan ekonomis.
“Dengan pendekatan ini, pembenahan TPA Tamangapa tidak hanya diarahkan untuk mengurangi persoalan lingkungan dan emisi, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai bagian dari ekonomi sirkular,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan penjajakan dengan Oikos Earth menjadi salah satu opsi untuk melihat pengelolaan TPA Tamangapa dari perspektif jangka panjang.





