
“Jumat Bersih bukan hanya soal membersihkan lingkungan hari ini. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun kesadaran dan kebiasaan untuk menjaga lingkungan setiap hari. Apalagi di lokasi ini direncanakan TPS3R, sehingga tentu kita ingin bersama-sama menyiapkan lingkungan yang lebih tertata dan mendukung pengelolaan sampah yang baik,” ujar Melinda.
Ia menilai persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui intervensi pemerintah. Peran masyarakat, terutama dalam memilah sampah sejak dari rumah, menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.
Karena itu, keterlibatan TP PKK, Dekranasda, Bunda PAUD, dan DWP diharapkan dapat memperluas edukasi serta gerakan kepedulian terhadap lingkungan hingga ke tingkat keluarga.
Sementara keterlibatan Camat, Satgas Kecamatan dan para lurah menjadi penguatan gerakan kebersihan di tingkat wilayah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Melinda juga mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap sampah. Menurutnya, sampah yang dipilah dan dikelola dengan tepat masih dapat dimanfaatkan kembali, baik untuk pengolahan sampah organik maupun anorganik.





