
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) mulai membuka pendaftaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kota Makassar Tahun 2026.
Tahun ini, pelaksanaan MTQ hadir dengan konsep berbeda. Jika sebelumnya peserta mengikuti lomba dengan membawa nama kecamatan, kali ini Pemkot Makassar mengemasnya dalam format audisi terbuka yang dapat diikuti masyarakat dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Kepala Bagian Kesra Kota Makassar, Mohammad Syarief, mengatakan pendaftaran peserta telah dibuka mulai 3 hingga 31 Oktober 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring dan tidak dipungut biaya.
“Pendaftaran dibuka mulai 3 hingga 31 Oktober 2026 secara daring dan gratis,” kata Syarief, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, konsep audisi terbuka tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kota Makassar. Masyarakat dari seluruh wilayah Sulawesi Selatan juga diberi kesempatan untuk mengikuti ajang tersebut.
“Ajang MTQ ini semacam audisi, tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kota Makassar, tetapi juga terbuka bagi seluruh masyarakat se-Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Syarief menjelaskan, perubahan mekanisme tersebut merupakan hasil evaluasi bersama Kementerian Agama dan Dewan Hakim yang selama ini terlibat dalam penyelenggaraan MTQ.
Melalui sistem audisi, Pemkot Makassar ingin memperluas ruang partisipasi sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menunjukkan kemampuan dan potensi mereka dalam bidang tilawah maupun cabang-cabang Al-Qur’an lainnya.
Tidak adanya kewajiban mewakili kecamatan juga membuat peserta dapat mendaftar secara lebih mandiri. Sekolah, pondok pesantren, organisasi masyarakat, masjid, hingga unsur RT dan RW dapat mengirimkan peserta untuk mengikuti kompetisi.
“Kalau sebelumnya peserta harus mewakili kecamatan, sekarang tidak ada lagi pembatasan seperti itu. Seluruh sekolah, pondok pesantren, organisasi masyarakat, masjid, hingga perwakilan RT dan RW bisa mengirimkan pesertanya,” jelas Syarief.
Pada MTQ tahun ini, terdapat 28 cabang lomba yang akan dipertandingkan dengan kategori putra dan putri. Sistem audisi diharapkan membuat setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi berdasarkan kemampuan yang dimiliki.
Selain menjadi ruang kompetisi, pelaksanaan MTQ juga diarahkan untuk memperluas syiar Islam dan mendorong semakin kuatnya nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Dengan konsep terbuka tersebut, jumlah peserta diperkirakan mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Jika sebelumnya jumlah peserta berada di kisaran 600 orang, tahun ini jumlahnya diproyeksikan dapat mencapai ribuan peserta.
“Harapan besar kita, syiar Islam dan syiar Al-Qur’an semakin memasyarakat. Tidak ada lagi sekat yang membatasi kemampuan anak-anak kita. Justru melalui audisi ini, potensi dan kreativitas mereka bisa semakin tergali,” tutur Syarief.
Untuk memudahkan proses pendaftaran, panitia menyediakan mekanisme pendaftaran secara daring melalui tautan atau kode QR yang tercantum pada flyer resmi kegiatan. Panitia juga menyiapkan admin yang dapat dihubungi calon peserta apabila mengalami kendala saat melakukan pendaftaran.
Selain kesempatan untuk berkompetisi, panitia juga menyiapkan hadiah bagi peserta yang berhasil meraih prestasi dalam ajang MTQ tersebut.
Sementara itu, pelaksanaan MTQ Tingkat Kota Makassar 2026 direncanakan berlangsung pada November 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar.
Sejumlah lokasi tengah dipertimbangkan sebagai tempat pelaksanaan, di antaranya Masjid Raya Makassar, Masjid Al-Markaz Al-Islami, Masjid Muawanah RRI, serta Masjid Balai Kota Makassar.
Penentuan lokasi nantinya akan mempertimbangkan kapasitas tempat dan kenyamanan peserta maupun masyarakat, terutama dengan adanya potensi peningkatan jumlah peserta pada pelaksanaan tahun ini.
Untuk waktu dan lokasi pembukaan resmi, panitia masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan.
Syarief berharap, konsep baru yang diterapkan pada MTQ 2026 dapat menjadikan kegiatan tersebut tidak sekadar sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai wadah pembinaan dan pencarian bibit-bibit potensial di bidang Al-Qur’an.
“Dengan konsep audisi terbuka, MTQ 2026 kita harapkan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan, pencarian bakat, dan penguatan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” pungkasnya. (*)





