
Menurutnya, peningkatan akses tersebut harus terus diimbangi dengan penguatan literasi. Masyarakat tidak hanya perlu mendapatkan kesempatan menggunakan produk dan layanan keuangan, tetapi juga harus memiliki pemahaman yang cukup agar dapat menentukan pilihan keuangan secara tepat.
Muhlasin menekankan pentingnya program sosialisasi dan edukasi yang menjangkau masyarakat secara luas. Ia mencontohkan berbagai kegiatan sosialisasi yang melibatkan mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, hingga masyarakat umum sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai akses keuangan.
”Tugas dan tanggung jawab kita adalah bagaimana terus meningkatkan literasi keuangan. Karena saat ini, masih ada sekitar 32 persen masyarakat yang belum paham literasi keuangan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan -Fatmawati Rusdi , menegaskan penguatan literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah daerah, kata dia, perlu terus bersinergi dengan OJK dan seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga memahami manfaat dan risiko dari produk keuangan yang digunakan.





