
Ia menjelaskan, swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga kemampuan memastikan masyarakat memperoleh asupan gizi yang cukup.
Dalam konteks perkotaan, Munafri mengatakan ketahanan pangan tidak harus selalu dibangun melalui lahan pertanian yang luas. Pemanfaatan lahan terbatas melalui konsep urban farming juga dapat menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
“Ketahanan pangan tidak hanya harus melalui lahan yang luas, sawah yang terbentang dari ujung barat sampai ujung timur,” tuturnya.
Menurutnya, konsep urban farming yang tengah dikembangkan di Makassar dapat menjadi salah satu solusi untuk memanfaatkan lahan sempit sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga.
Karena itu, Munafri berharap berbagai gagasan yang dibahas dalam Rakernas II GWS dapat diterjemahkan menjadi program konkret yang menyentuh kehidupan masyarakat.
“Harapan kami adalah kegiatan rapat kerja akan menghasilkan rancangan-rancangan kegiatan yang mampu memberikan dampak langsung nyata kepada masyarakat,” harapnya.
Munafri menambahkan, keberagaman budaya dan penghormatan terhadap adat istiadat juga menjadi bagian penting dalam menjaga Makassar sebagai kota yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun para tamu.





