
Sebanyak 285 bibit pohon ditanam dalam kegiatan tersebut. Jenisnya antara lain tabebuya, salam, sirsak, jeruk nipis, trembesi, nangka, rambutan, mangga, sukun, sawo, dan kelengkeng.
Munafri menegaskan penghijauan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemkot Makassar akan mengembangkan penataan kawasan secara bertahap agar wajah TPA Antang ke depan semakin hijau.
“Kami ingin menghadirkan wajah TPA yang semakin hijau bagi kawasan ini. Ini penting karena kita merencanakan bagaimana TPA ini bisa menjadi media untuk menanam berbagai macam pohon,” jelasnya.
Ia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mengembangkan tanaman endemik yang mulai jarang ditemui, seperti copeng, sattulu, bu’ne, hingga kersen. Selain pohon buah, kawasan tersebut juga akan ditanami pohon pelindung untuk memperkuat fungsi ekologis.
“Jadi bukan hanya pohon buah, tetapi juga beberapa pohon pelindung. Kita berharap TPA ini bukan hanya menjadi TPA secara hamparan, tetapi juga bisa menjadi hutan kota di kemudian hari,” katanya.
Kawasan TPA Tamangapa memiliki luas sekitar 21 hektare. Munafri menargetkan kawasan tersebut dapat berkembang menjadi ruang hijau dan kawasan konservasi baru yang memberikan manfaat bagi lingkungan perkotaan, khususnya Antang dan sekitarnya.





