
Kabupaten Batang kini berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru, terutama dengan hadirnya KITB yang terus menarik investasi domestik maupun global.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang pada triwulan II 2026 tercatat mencapai 8,38 persen. Sementara itu, realisasi investasi pada semester I 2026 telah mencapai Rp3,88 triliun.
Seiring dengan pertumbuhan tersebut, minat masyarakat terhadap investasi pasar modal di Jawa Tengah juga terus meningkat. Hingga Agustus 2026, jumlah investor pasar modal di Jawa Tengah mencapai 3,42 juta Single Investor Identification (SID).
Khusus di Kabupaten Batang, jumlah investor telah menembus lebih dari 66 ribu SID. Angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Hasan mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan investasi secara bertahap dan disiplin dengan orientasi jangka panjang. Sebelum menentukan pilihan, investor perlu memahami tujuan investasi, profil risiko, serta karakteristik produk yang akan dibeli.
Ia mengibaratkan investasi seperti proses pembuatan Batik Rifaiyah yang dikerjakan secara bertahap dan membutuhkan ketekunan.





