
“FIN EXPO BIK 2026 menjadi ruang kolaborasi untuk mendekatkan industri jasa keuangan dengan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mengenal produk dan layanan keuangan, tetapi juga mampu memilih dan memanfaatkannya secara tepat, aman, dan produktif sesuai kebutuhan,” ujar Muchlasin.
Menurutnya, peningkatan inklusi keuangan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku usaha, komunitas, akademisi hingga masyarakat diperlukan untuk memperluas akses terhadap layanan keuangan.
Pembukaan FIN EXPO BIK 2026 pada 3 Oktober 2026 turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi. Ia mengapresiasi kolaborasi OJK Sulsel Sulbar, FKIJK Sulselbar, dan industri jasa keuangan dalam menghadirkan layanan keuangan lebih dekat kepada masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyambut baik pelaksanaan FIN EXPO BIK 2026 sebagai bagian dari upaya bersama memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Kolaborasi antara pemerintah, OJK, dan Industri Jasa Keuangan menjadi penting agar inklusi keuangan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” kata Fatmawati.





