
Akibatnya, warga harus keluar dari kawasan tempat tinggal mereka untuk mengakses sekolah. Menurut Munafri, kondisi serupa perlu menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan perumahan baru agar pertumbuhan kawasan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.
Kebutuhan fasilitas kesehatan dan pelayanan publik juga dinilai harus masuk dalam perhitungan. Pemerintah bersama pengembang perlu menyusun perencanaan yang memperhitungkan keseimbangan antara jumlah hunian dengan kapasitas fasilitas yang dibutuhkan warga.
“Mungkin di setiap rasio pembangunan rumah harus ikut rasio pembangunan sekolah yang ada di sana. Kita perlu duduk sama-sama untuk merencanakan berapa besar rasio yang harus kita laksanakan,” ujarnya.
Munafri juga mengapresiasi kontribusi sektor properti terhadap perekonomian Kota Makassar. Aktivitas pengembang dinilai tidak hanya mendorong pembangunan kawasan hunian, tetapi juga memberikan dampak terhadap penerimaan daerah dan pergerakan ekonomi dari sektor-sektor turunannya.
“REI ini adalah bagian daripada kelompok masyarakat yang memberikan sumbangsih terhadap pembangunan yang ada di Kota Makassar ini,” katanya.





