
Digitalisasi tersebut juga dirancang untuk memperbaiki pencatatan transaksi di terminal. Appilei akan dilengkapi sistem manifes digital yang terhubung dengan administrasi keuangan terminal sehingga transaksi dapat tercatat lebih transparan dan potensi kebocoran pendapatan daerah dari sistem tunai bisa ditekan.
Untuk mendukung penerapan sistem baru itu, Perumda Terminal menyiapkan loket bersama yang menampung sekitar 50 PO bus. Para perwakilan perusahaan otobus nantinya mendapat pelatihan teknis dari operator Lontara Plus dan Gojek agar dapat mengoperasikan sistem secara mandiri.
Tak hanya mengandalkan digitalisasi, Perumda Terminal Makassar Metro juga menyiapkan pola baru dalam menghidupkan kembali aktivitas Terminal Daya. Pengelola akan mendorong armada angkutan umum masuk ke kawasan terminal melalui pendekatan operasional, mengingat kewenangan penindakan terhadap pelanggaran rute berada pada instansi terkait.
Pada sore hingga malam hari, Terminal Daya tetap diarahkan untuk melayani bus Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antarkota Antarprovinsi (AKAP). Sementara pada pagi hingga siang, kawasan tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas ekspedisi barang dan armada pengumpan atau feeder.





