
Rencana pengembangan juga mencakup pembangunan SPBU di bagian depan terminal, tak jauh dari polsek setempat. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat menarik kendaraan logistik maupun bus untuk singgah mengisi bahan bakar tanpa harus masuk hingga ke pusat Kota Makassar.
Studi kelayakan pengembangan terminal ekspedisi tersebut telah mendapat persetujuan Dewan Pengawas. Saat ini, dokumen tersebut masih menunggu penelaahan dari Bagian Perekonomian Pemerintah Kota Makassar.
Transformasi serupa juga disiapkan di terminal lainnya. Di Terminal Mallengkeri, penggabungan fungsi terminal feeder pada siang hari dengan aktivitas bongkar muat sayuran pada malam hari dinilai mulai menunjukkan hasil. Skema tersebut mampu menarik sekitar 80 hingga 100 armada transportasi lokal untuk beraktivitas di kawasan terminal.
Sementara Terminal Toddoppuli diarahkan untuk dikosongkan dan kemudian dialihfungsikan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Namun, proses tersebut masih menunggu kepastian hukum atas gugatan yang diajukan para pedagang di kawasan tersebut. (*)





