
Menurut Sitti, kegiatan sederhana tersebut justru memberikan pengalaman langsung kepada anak melalui proses belajar sambil melakukan.
“Kegiatan seperti mengisi air ke dalam jeriken terlihat sederhana, tetapi ternyata memberikan pengalaman belajar yang luar biasa bagi anak. Ini salah satu praktik yang ingin kami bawa pulang dan kembangkan di Tarakan,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi kesempatan yang diberikan Pokja Bunda PAUD Kota Makassar untuk melihat secara langsung berbagai praktik pengembangan PAUD yang telah diterapkan.
Melinda berharap pertukaran pengalaman tersebut tidak berhenti pada kunjungan studi tiru. Ia ingin komunikasi antara Pokja Bunda PAUD Makassar dan Tarakan terus berlanjut sehingga kedua daerah dapat saling memperkaya inovasi dalam penyelenggaraan PAUD.
“Kami berharap kunjungan ini menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan, khususnya dalam berbagi pengalaman dan mengembangkan praktik baik pendidikan anak usia dini,” ujarnya. (*)





