
Selain pendidikan karakter, Achi menyebut aspek perlindungan anak turut menjadi perhatian dalam pengembangan layanan PAUD. Sebagai daerah yang menyandang predikat Kota Layak Anak, Makassar terus mendorong pemenuhan indikator pada bidang pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan anak.
“Anak-anak sejak dini sudah dilatih mengenal sentuhan boleh dan sentuhan tidak boleh. Ini merupakan salah satu upaya pencegahan kekerasan, khususnya kekerasan seksual,” katanya.
Menurutnya, peningkatan kasus kekerasan terhadap anak menjadi tantangan yang perlu diantisipasi melalui edukasi sejak usia dini. Sekolah dinilai memiliki posisi strategis untuk membangun pemahaman anak sekaligus menciptakan lingkungan yang aman.
Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina P, mengatakan Makassar menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan PAUD Holistik Integratif. Meski demikian, ia mengakui sejumlah program yang telah berjalan masih terus dikembangkan dan disempurnakan.
“Melalui pertemuan dan diskusi ini, kami berharap dapat belajar dan memperkaya diri dari pengalaman serta masukan berharga dari Bunda PAUD Kota Tarakan dan jajarannya,” ujar Titin.





