
“Program pemilahan sampah menghadirkan sirkular ekonomi di dalam wilayah kelurahan ini tentu akan memberikan dampak yang baik,” ujar Munafri melalui keterangan tertulis yang dikonfirmasi pada Jumat (9/10/2026).
Perkuat Pelayanan Digital dan Ekonomi Warga
Lurah Gunung Sari, Ahmad Abubakar, menjelaskan bahwa inovasi tata kelola juga mencakup digitalisasi pelayanan bagi sekitar 18.492 penduduk di wilayah tersebut.
Kelurahan memanfaatkan aplikasi SIM Lurah untuk pengelolaan data kependudukan dan administrasi, Lontara+ untuk menampung pengaduan warga, serta situs resmi yang terintegrasi dengan program Pemerintah Kota Makassar.
Di sektor ekonomi, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dilakukan melalui kolaborasi Tim Penggerak PKK dan Koperasi Merah Putih. TP PKK berperan dalam pembentukan serta pelatihan awal pelaku usaha, sedangkan koperasi mendukung perluasan pemasaran dan peningkatan kualitas kemasan produk.
Penguatan kesejahteraan masyarakat turut mencakup penanganan stunting. Berdasarkan data Puskesmas Mangasa per 30 September 2026, upaya penanganan dilakukan melalui kerja sama kader kesehatan, Posyandu Era Baru, serta pemanfaatan dana kelurahan untuk pemberian makanan tambahan.





