MakassarNews

PM2.5 Capai 85,3 µg/m³ di Maros, BPBD Makassar Imbau Warga Waspadai Kabut Asap

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kabut asap dan penurunan kualitas udara. Warga diminta membatasi aktivitas berat di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai, serta melindungi kelompok rentan dari paparan polusi.

Imbauan tersebut menyusul data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar yang mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 85,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dengan kategori tidak sehat di Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Maros.

Data yang diperbarui pada 12 Oktober 2026 itu merupakan hasil pengukuran di Maros sehingga tidak secara langsung menggambarkan kondisi kualitas udara di seluruh wilayah Kota Makassar. Meski demikian, informasi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat Makassar dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko paparan polusi udara.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, Selasa (13/10/2026), mengingatkan warga agar tidak menunggu munculnya gangguan kesehatan sebelum melakukan langkah pencegahan.

“Jangan tunggu sampai sesak, baru kita peduli,” imbaunya.

Fadli menekankan, perlindungan perlu dilakukan sejak dini, terutama ketika kondisi udara memburuk. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai ketika berada di tengah kondisi berasap, serta memberikan perhatian lebih kepada anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan warga dengan penyakit penyerta.

PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Paparan partikel ini berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan dan penderita asma, penyakit paru-paru, maupun gangguan jantung.

BACA JUGA  DPRD Makassar dan DLH Dorong Warga Perkuat Pemilahan Sampah dari Rumah

Penurunan kualitas udara dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, pembakaran terbuka, aktivitas manusia, hingga pergerakan angin yang membawa partikel polusi dari wilayah lain.

Informasi mengenai kemungkinan pergerakan asap dari sejumlah wilayah di Indonesia menuju Sulawesi Selatan juga menjadi perhatian. Namun, sumber dan besarnya kontribusi asap terhadap kondisi udara di Makassar masih perlu dipastikan melalui pemantauan dan analisis resmi instansi berwenang.

Karena itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi mengenai sumber kabut asap maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Tujuh Langkah Mengurangi Risiko Paparan Polusi

Untuk membantu masyarakat menghadapi potensi penurunan kualitas udara, BPBD Kota Makassar mengimbau warga menerapkan sejumlah langkah pencegahan.

Pertama, mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika udara berkabut atau kualitas udara memburuk. Kegiatan di luar rumah sebaiknya disesuaikan dengan kondisi udara terkini.

Kedua, menggunakan masker respirator N95 atau KN95 yang terpasang rapat apabila harus beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi berasap. Masker tersebut dapat membantu mengurangi paparan partikel halus.

Ketiga, melindungi kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan dan gangguan jantung.

Keempat, menjaga kualitas udara di dalam rumah. Pintu dan jendela dapat ditutup ketika asap berada di luar, terutama jika kualitas udara dalam ruangan lebih baik. Warga juga dianjurkan menghindari aktivitas yang menghasilkan asap di dalam rumah.

Kelima, tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembakaran terbuka yang dapat memperburuk polusi udara dan meningkatkan risiko kebakaran.

BACA JUGA  Gelar Open House, Munafri : Wujud Keakraban dan Kebersamaan Bersama Masyarakat

Keenam, memantau informasi resmi BMKG dan pemerintah mengenai perkembangan kualitas udara, kondisi cuaca, arah angin, serta potensi kebakaran di wilayah sekitar.

Ketujuh, segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas berat, nyeri dada, atau gejala kesehatan yang semakin memburuk.

BPBD juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan dengan menghindari pembakaran terbuka serta segera melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas berwenang.

Sebelumnya, informasi yang diberitakan pada 10 Oktober 2026 menyebutkan kualitas udara di Makassar, Maros, Gowa, dan wilayah sekitarnya berpotensi berada pada kategori sedang hingga tidak sehat sampai sekitar 13 Oktober 2026, terutama pada pagi hingga menjelang siang.

Meski demikian, kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti cuaca, arah angin, dan sumber emisi. Masyarakat diimbau menjadikan pembaruan resmi BMKG sebagai acuan dalam menentukan langkah perlindungan.

BPBD Kota Makassar menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya diperlukan untuk menghadapi bencana yang menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga ancaman kesehatan akibat penurunan kualitas udara.

Masyarakat diharapkan tetap tenang tanpa mengabaikan risiko yang mungkin timbul. Membatasi paparan polusi, melindungi kelompok rentan, menghindari aktivitas yang menghasilkan asap, dan memantau informasi resmi menjadi bagian penting dalam mengantisipasi potensi kabut asap.

“Tetap tenang, tingkatkan kewaspadaan, dan jangan menunggu sampai muncul gangguan kesehatan untuk mengambil tindakan pencegahan. Lindungi diri, lindungi keluarga, dan bersama-sama jaga Makassar,” tutup Fadli Tahar. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button