
SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat langkah dalam mengembangkan ekosistem usaha bullion di Indonesia guna mendukung program hilirisasi emas dan menghemat devisa negara. Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Ahmad Nasrullah, menjelaskan pentingnya kegiatan usaha bullion dalam mengoptimalkan emas di masyarakat.
“Ini menghemat devisa kitalah dari impor emas dengan mengoptimalkan emas yang ada di masyarakat melalui bank bullion ini bisa diintermediasikan,” ujar Ahmad Nasrullah dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/12).
Selain itu, usaha bullion juga mendukung program hilirisasi dengan menopang kegiatan manufaktur dan meningkatkan suplai emas dalam negeri.
“Spirit yang kedua adalah, dari miner, refiner, ini ada spirit untuk program hilirisasi, bisa membantu supaya bisa menopang kegiatannya, menambah suplai emas kita,” tambahnya.
Tantangan Ekosistem Bullion
Meski demikian, OJK mengakui bahwa membangun ekosistem usaha bullion memerlukan waktu panjang dan upaya bersama berbagai pihak. Nasrullah menyoroti pentingnya pembentukan lembaga pendukung seperti Dewan Emas Nasional, hallmarking center, lembaga kliring bullion, hingga bursa perdagangan bullion.





