
Menurut Zulkifly, pencemaran udara diduga sebagian besar dipengaruhi kiriman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sejumlah wilayah. Arah angin timur hingga tenggara disebut turut membawa asap menuju Makassar. Meski demikian, aktivitas kendaraan bermotor di dalam kota juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap pencemaran udara.
“Jadi, sumbernya bisa kita katakan sebagian besar merupakan kiriman. Walaupun di Kota Makassar sendiri juga terdapat polusi udara akibat banyaknya kendaraan yang berlalu-lalang. Aktivitas transportasi ini turut menambah pencemaran,” jelasnya.
Sebagai langkah awal perlindungan masyarakat, Pemerintah Kota Makassar mulai membagikan masker di sekolah-sekolah. Setelah memimpin rapat koordinasi, Zulkifly bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, meninjau SMP Negeri 6 Makassar untuk membagikan masker kepada para siswa.
Dari sisi kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Makassar bersama seluruh puskesmas diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pernapasan akibat paparan partikel halus PM2.5. Partikel tersebut menjadi perhatian karena dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Pemantauan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga diperkuat melalui pelaporan harian.





