MakassarNews

Munafri Pantau Kesiapan RSUD Daya Hadapi Dampak Kabut Asap, Obat ISPA Naik 80 Persen

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam mengantisipasi gangguan pernapasan di tengah kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar. Bersama Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, Munafri mengunjungi RSUD Daya Makassar, Jumat (16/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Munafri meninjau ruang perawatan, berinteraksi dengan pasien dan tenaga medis, serta membagikan masker kepada pasien dan pengunjung rumah sakit.

Ia mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan rumah sakit dan puskesmas siap menangani masyarakat yang terdampak penurunan kualitas udara, termasuk potensi peningkatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Kita harus lebih antisipatif dan responsif terhadap hal-hal seperti ini. Saya juga melihat langsung beberapa puskesmas di Kota Makassar untuk memastikan apakah ada peningkatan jumlah masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat asap,” ujar Munafri.

Dari hasil pemantauan awal di RSUD Daya, ia menyebut belum terlihat peningkatan signifikan pasien ISPA. Dari enam pasien anak yang ditemuinya, sekitar dua pasien mengalami ISPA, sementara lainnya menjalani perawatan karena penyakit berbeda. Kondisi pasien juga dilaporkan mulai membaik.

BACA JUGA  Bantu KPU Sulsel Sosialisasi Pilkada 260 Mahasiswa Unhas Ikuti Pembekalan KKN Tematik Pilkada

Meski demikian, Munafri meminta Dinas Kesehatan, direktur rumah sakit, dan seluruh puskesmas meningkatkan kesiapsiagaan agar pelayanan tetap optimal apabila jumlah pasien bertambah.

Pemkot Makassar juga masih mengevaluasi kemungkinan penerapan pembelajaran dari rumah bagi siswa. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan perkembangan cuaca dan hasil pemantauan kualitas udara dari instansi berwenang.

Sementara itu, masyarakat diimbau menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit jantung maupun gangguan pernapasan.

Terpisah, Direktur Utama RSUD Daya Makassar, dr. Andi Any Muliany, mengatakan kunjungan pasien anak dan dewasa, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD), mengalami peningkatan. Penggunaan obat untuk menangani keluhan seperti batuk, demam, dan alergi juga meningkat sekitar 80 persen pada September hingga Oktober.

BACA JUGA  Peringati Hari Kartini, OJK Ajak Wanita Penyandang Disabilitas Manfaatkan Media Sosial untuk Wujudkan Keuangan Inklusif

Meski demikian, pihak rumah sakit belum menemukan pasien dengan kondisi berat. Pasien yang mengalami batuk dan sesak napas umumnya berada dalam kondisi stabil dan menunjukkan perbaikan setelah mendapatkan penanganan medis.

Any menambahkan, hasil pemeriksaan darah pada pasien menunjukkan adanya virus, tetapi belum mengidentifikasi penyebab spesifik yang dapat dikaitkan langsung dengan kabut asap. Karena itu, penyebab peningkatan keluhan pernapasan masih memerlukan penilaian medis lebih lanjut.

Untuk mendukung pelayanan, RSUD Daya memastikan ketersediaan tempat tidur dan obat-obatan masih mencukupi. Rumah sakit juga terus memantau perkembangan jumlah kunjungan dan kondisi pasien guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan kebutuhan layanan kesehatan.

Pemkot Makassar bersama fasilitas kesehatan akan terus memantau kondisi udara dan dampaknya terhadap masyarakat, sekaligus memastikan warga memperoleh penanganan medis secara cepat sesuai kebutuhan. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button