
SOLUSIMEDIA.ID, SOROWAKO — Kekhawatiran para petani di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, terkait dampak kebocoran pipa minyak jenis Marine Fuel Oil (MFO) kini terjawab. Berdasarkan hasil pengujian ilmiah independen, gabah dan padi yang dipanen dari area terdampak dinyatakan memenuhi standar mutu dan aman untuk dikonsumsi.
Hasil pengujian demplot penanaman padi tersebut dipaparkan dalam pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur di Kantor Bupati Luwu Timur pada Jumat (16/10/2026).
Kepastian ini menjadi angin segar bagi kelangsungan rantai ketahanan pangan serta aktivitas perekonomian sektor pertanian masyarakat di kawasan operasional pascainsiden.
Pengujian laboratorium tersebut melibatkan kolaborasi berbagai institusi ahli, mulai dari IPB Consulting, Laboratorium ICBB, Laboratorium BRMP Pascapanen Pertanian, Kementerian Pertanian RI, hingga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Luwu Timur.
Proses remediasi dan pemulihan lahan ini diinisiasi oleh PT Vale Indonesia Tbk bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Towuti.
Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale Indonesia Tbk, Yusri Yunus, menjelaskan bahwa langkah mitigasi cepat dan komprehensif terus dilakukan untuk memulihkan produktivitas sawah warga.





