NewsRegional

Lahan Pertanian Terdampak Tumpahan Minyak di Luwu Timur Dinyatakan Aman, Petani Siap Garap Musim Tanam Kedua

“Kami memiliki komitmen tinggi untuk menjalankan operasional Perusahaan yang bertanggung jawab, termasuk pada kondisi khusus dimana risiko operasional terjadi. Pengujian ilmiah ini menjadi bagian dari wujud komitmen Perusahaan bahwa seluruh rantai roda perekonomian sektor pertanian di Kecamatan Towuti harus kembali berjalan normal tanpa hambatan ekologis,” tegas Yusri.

Ia menambahkan, pendampingan pertanian telah dilakukan secara intensif selama satu siklus budidaya penuh sejak Februari hingga September 2026. Pendampingan ini mencakup lahan-lahan pertanian di beberapa wilayah, seperti Desa Lioka (Dusun Molindowe dan Dusun Polapi), Baruga, Langkea Raya, Matompi, serta Timampu.

BACA JUGA  POJK 41/2025 Resmi Terbit, OJK Buka Akses Lembaga Keuangan Asing dengan Pengawasan Ketat

Bupati Luwu Timur Imbau Petani Segera Memulai Musim Tanam

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam penanganan insiden—mulai dari pembersihan area, pendataan, pembayaran kompensasi, hingga uji laboratorium hasil panen.

“Apa yang menjadi keraguan dan keresahan kita, alhamdulillah hari ini sudah terjawab semua. Dengan hasil dari dua lab ini, kami berharap musim tanam kedua bisa disegerakan, mudah-mudahan Oktober atau paling lambat November bisa dilaksanakan,” ujar Irwan.

BACA JUGA  Pantau Harga Jelang Lebaran, Wali Kota Makassar Turun Langsung Sidak Pasar dan Ritel Modern

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button