
“Kami memiliki komitmen tinggi untuk menjalankan operasional Perusahaan yang bertanggung jawab, termasuk pada kondisi khusus dimana risiko operasional terjadi. Pengujian ilmiah ini menjadi bagian dari wujud komitmen Perusahaan bahwa seluruh rantai roda perekonomian sektor pertanian di Kecamatan Towuti harus kembali berjalan normal tanpa hambatan ekologis,” tegas Yusri.
Ia menambahkan, pendampingan pertanian telah dilakukan secara intensif selama satu siklus budidaya penuh sejak Februari hingga September 2026. Pendampingan ini mencakup lahan-lahan pertanian di beberapa wilayah, seperti Desa Lioka (Dusun Molindowe dan Dusun Polapi), Baruga, Langkea Raya, Matompi, serta Timampu.
Bupati Luwu Timur Imbau Petani Segera Memulai Musim Tanam
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam penanganan insiden—mulai dari pembersihan area, pendataan, pembayaran kompensasi, hingga uji laboratorium hasil panen.
“Apa yang menjadi keraguan dan keresahan kita, alhamdulillah hari ini sudah terjawab semua. Dengan hasil dari dua lab ini, kami berharap musim tanam kedua bisa disegerakan, mudah-mudahan Oktober atau paling lambat November bisa dilaksanakan,” ujar Irwan.





