
“Kalau kita berpikir dalam dan detail tentang pendidikan, artinya kita berpikir tentang masa depan. Masa depan yang baik, masa depan yang berhasil harus dimulai dengan kuatnya fondasi masa sekarang,” ujarnya.
Ia menilai, perkembangan teknologi telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari komunikasi dan akses informasi hingga cara generasi muda belajar serta berinteraksi. Kehadiran algoritma dan kecerdasan buatan pun semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut menuntut guru untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan. Menurut Appi, teknologi seharusnya tidak dihindari, tetapi dipelajari dan dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar-mengajar yang lebih efektif serta sesuai dengan kebutuhan siswa.
“Kita mau, bagaimana guru-guru mampu menaklukkan teknologi dan menjadikan teknologi sebagai sarana yang tepat untuk menghasilkan proses belajar-mengajar yang baik bagi anak-anak kita,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pendidikan tidak sebatas menyampaikan materi atau mentransfer pengetahuan. Nilai kemanusiaan, empati, pembentukan karakter, serta hubungan emosional antara guru dan siswa merupakan bagian penting yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.





