
Ia menyebutkan, dengan luas wilayah sekitar 175,77 kilometer persegi dan populasi kurang lebih 1,4 juta jiwa, pertumbuhan ekonomi Makassar bertumpu pada sektor perdagangan, jasa, konektivitas, dan kualitas sumber daya manusia.
Dalam pemaparannya, Munafri menyampaikan pertumbuhan ekonomi Makassar mencapai 7,04 persen, meningkat dari kuartal sebelumnya sebesar 6,61 persen. Adapun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat 85,66, tingkat kemiskinan 4,24 persen, dan pengangguran terbuka 9,60 persen.
Ia menegaskan, pertumbuhan tersebut perlu diikuti pembangunan inklusif agar manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Keberagaman dan toleransi juga menjadi modal penting dalam mewujudkan kota yang aman, nyaman, dan ramah investasi.
“Makassar harus menjadi kota untuk semua. Kota yang melayani masyarakatnya tanpa sekat, tanpa membeda-bedakan asal, warna kulit, agama, dan latar belakang lainnya,” ujarnya.
Tujuh Program Prioritas Sapta MULIA
Program pertama, Lontara Plus, merupakan platform digital terintegrasi yang menyatukan berbagai layanan dan aplikasi organisasi perangkat daerah (OPD). Munafri menyebut sebelumnya terdapat sekitar 350 aplikasi yang beroperasi secara terpisah. Integrasi ini diharapkan mempermudah akses layanan dan pengaduan masyarakat sekaligus meningkatkan pengawasan kinerja perangkat daerah.





