
Usai upacara, Munafri menekankan pentingnya modernisasi pendidikan pesantren melalui penguatan materi sains dan teknologi tanpa mengesampingkan pembentukan akhlak serta nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, keseimbangan antara kemampuan akademik dan kedalaman spiritual menjadi bekal penting bagi santri untuk menghadapi tantangan era digital sekaligus bersaing di berbagai sektor profesional.
“Di pesantren ini lagi-lagi kita berharap tidak hanya dalam proses pendidikan, peningkatan knowledge, pengetahuan, tapi juga bagaimana santri ini lengkap dengan pengetahuan dan pendidikan akhlak, keagamaan,” katanya.
Selain peningkatan kualitas pembelajaran, Pemkot Makassar juga mendorong dukungan terhadap akses pendidikan dan pemenuhan kebutuhan sarana prasarana pesantren melalui kolaborasi lintas instansi.
Munafri menyebutkan, kerja sama dengan Kementerian Agama Kota Makassar, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), serta Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Makassar telah mencakup pemberian beasiswa bagi santri hingga dukungan pembangunan dan pembenahan infrastruktur pesantren.
“Melalui kerja sama dengan Kementerian Agama, BAZNAS, dan bagian Kesra Kota Makassar, banyak hal yang sudah dilakukan, mulai dari pemberian beasiswa hingga dukungan pembangunan sarana, prasarana, hingga infrastruktur pesantren,” ungkapnya.





