
“Penghargaan ini merupakan pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan keinsinyuran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tantangan pembangunan saat ini membutuhkan kolaborasi lintas disiplin, agar riset dan inovasi tidak berhenti pada publikasi, tetapi juga menghasilkan solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
Selain bidang akademik, Jamaluddin turut berkontribusi dalam penguatan profesi keinsinyuran melalui kepemimpinannya di Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan. Upaya tersebut sejalan dengan pengembangan kompetensi, etika, dan profesionalisme insinyur dalam mendukung pembangunan, termasuk pada sektor infrastruktur, teknologi kelautan, dan ketahanan lingkungan.
Sebagai Rektor Unhas, ia juga mendorong penguatan pendidikan profesi insinyur, riset terapan, inovasi teknologi, hilirisasi hasil penelitian, serta kemitraan dengan dunia industri. Langkah ini ditujukan untuk mempertemukan kapasitas akademik dengan kebutuhan di lapangan agar hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi solusi yang bermanfaat.
“Bagi Unhas, penguatan pendidikan, riset, dan inovasi harus berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa keunggulan akademik dapat diterjemahkan sebagai solusi yang relevan, baik untuk pembangunan nasional maupun untuk menjawab tantangan keberlanjutan di tingkat global,” tambahnya.





