
Pemkot menilai pemeliharaan drainase secara konvensional masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada saluran tertutup yang sulit dijangkau petugas. Kendaraan penyedot air diharapkan dapat membantu memindahkan air dengan lebih cepat ke kanal utama, sedangkan semprotan bertekanan tinggi berpotensi membersihkan kotoran dan endapan lumpur di dalam saluran.
Meski demikian, Munafri menegaskan bahwa demonstrasi tersebut masih menjadi tahap awal untuk menilai kemampuan teknologi sebelum diterapkan lebih lanjut di Makassar.
“Kita ingin memastikan seluruh saluran drainase yang menjadi titik rawan banjir bisa diantisipasi sejak awal,” katanya.
Pemkot Makassar selanjutnya akan mengevaluasi kesesuaian perangkat tersebut dengan kondisi geografis dan karakteristik drainase kota. Efektivitas penggunaan serta kebutuhan operasional di lapangan akan menjadi pertimbangan sebelum menentukan tindak lanjut kerja sama.
Munafri menambahkan, kesiapsiagaan menghadapi musim hujan membutuhkan perencanaan infrastruktur yang matang dan respons cepat terhadap potensi genangan. Melalui penjajakan teknologi ini, pemerintah berharap penanganan banjir dapat dilakukan secara lebih terukur demi menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (*)





