
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mendorong keterlibatan masyarakat dalam memperluas akses perlindungan sosial melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Inisiatif ini menyasar warga rentan yang menghadapi kendala informasi, administrasi, maupun akses teknologi digital.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menilai pendekatan berbasis lingkungan menjadi penting untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tidak terlewat dari program perlindungan sosial. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, persoalan kerentanan ekonomi di Makassar membutuhkan kolaborasi pemerintah dan masyarakat hingga tingkat lingkungan.
“Melalui semangat Peduli Tetangga, kami Pemkot Makassar mendorong agar kepedulian dimulai dari lingkungan terdekat,” ujar Munafri saat mendampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas ASN PPPK Direktorat Perlindungan Sosial Non Kebencanaan (PSNK) di Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma, Makassar.
Kegiatan yang berlangsung pada 17 Oktober 2026 tersebut membahas transformasi digitalisasi bantuan sosial serta pendampingan keluarga penerima manfaat agar mampu mencapai graduasi mandiri.
Salah satu upaya yang diperkenalkan melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga adalah Agen Perlinsos. Program ini bertujuan membantu warga yang mengalami kesulitan mengakses layanan digital pemerintah, termasuk dalam proses pengajuan layanan perlindungan sosial.
Pendaftaran Agen Perlinsos dapat dilakukan melalui portal resmi Kementerian Sosial di agen.perlinsos.kemensos.go.id. Calon pendaftar perlu memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), menjalani verifikasi wajah, serta melengkapi identitas digital aktif melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Dalam pelaksanaannya, unsur RT/RW dan pendamping sosial diharapkan berperan aktif menjembatani kebutuhan warga, terutama mereka yang mengalami hambatan administratif maupun keterbatasan dalam menggunakan layanan digital.
Pada kesempatan tersebut, Munafri juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Makassar yang mencapai 7,04 persen pada kuartal terakhir. Ia menegaskan, pertumbuhan ekonomi perlu diikuti pemerataan manfaat agar dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Kita berharap pertumbuhan ekonomi ini tidak hanya di atas kertas, tetapi berbagai program nasional dan daerah dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” tuturnya.
Pemkot Makassar berharap sinergi dengan Kementerian Sosial terus diperkuat untuk meningkatkan kapasitas aparatur dan pendamping di lapangan. Melalui kolaborasi tersebut, pelaksanaan program perlindungan sosial diharapkan semakin tepat sasaran, termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan di kawasan Indonesia timur. (*)





