
Bagi para siswa, pertemuan tersebut membuka kesempatan untuk mempraktikkan bahasa Inggris sekaligus mengenal tradisi dan kehidupan masyarakat dari berbagai negara. Sementara itu, mahasiswa internasional memperoleh pengalaman memahami kehidupan masyarakat kepulauan dan berinteraksi dengan lingkungan sosial di luar universitas.
Metode pembelajaran ini memiliki nilai penting, karena pertukaran budaya berlangsung dua arah. Selain berbagi pengetahuan, mahasiswa internasional juga belajar mendengarkan, memahami perbedaan, dan menghargai pengalaman masyarakat setempat.
Antusiasme siswa terlihat dari tanggapan Fikri, siswa kelas XI SMA Barrang Lompo, yang mengungkapkan kegembiraannya dapat berinteraksi langsung dengan mahasiswa dari berbagai negara.
“Saya senang sekali bisa bertemu langsung dengan kakak-kakak mahasiswa dari berbagai negara dan mendapatkan kesempatan untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris. Hal yang paling berkesan adalah bisa mengetahui tradisi atau adat yang belum kita tahu sebelumnya. Saya sangat berharap kegiatan seru seperti ini bisa kembali dilaksanakan di sekolah kami,” ujar Fikri.





