
UISO 2026 juga memperkenalkan dimensi lain dari pembelajaran internasional, yaitu pemahaman terhadap lingkungan pesisir dan laut.
Para peserta mengunjungi Marine Station Unhasdi Pulau Barrang Lompo untuk mengenal kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang memanfaatkan ekosistem laut sebagai ruang belajar. Salah satu materi yang diperkenalkan adalah penangkaran dan konservasi kima (giant clam), biota laut yang berperan dalam ekosistem terumbu karang.
Selama dua hari kegiatan, peserta memiliki kesempatan untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun persahabatan di luar lingkungan perkuliahan. Interaksi tersebut penting karena keberagaman mahasiswa tidak otomatis menghasilkan komunitas yang inklusif.
Mario Gusmao Branco, mahasiswa asal Timor Leste dari Fakultas Pertanian Unhas, mengungkapkan bahwa interaksi dengan siswa SMA Barrang Lompo dan pertemuan dengan mahasiswa dari berbagai negara menjadi pengalaman yang berkesan.
“Saya sangat menikmati kesempatan untuk mengenal mereka lebih dekat dan melihat antusiasme mereka. Bertemu dengan mahasiswa dari berbagai negara juga menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya senang dapat mempelajari budaya mereka, menjalin pertemanan baru, dan berbagi momen kebersamaan,” ungkap Mario.





