
Konsep yang lebih sederhana tersebut merupakan bentuk empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Meski demikian, sidang paripurna tetap direncanakan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, guru, hingga jajaran pemerintahan.
Acara tersebut juga direncanakan menghadirkan penampilan seni dari pelajar serta pemberian penghargaan kepada tokoh masyarakat dan pemuda.
Roem menegaskan, penyelenggaraan seremoni secara sederhana tidak mengurangi komitmen pemerintah kota untuk menghadirkan program yang bermanfaat bagi warga sepanjang November.
Melalui rangkaian perayaan ini, Pemkot Makassar ingin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, serta pegiat seni dan budaya.
Masyarakat pun diimbau memanfaatkan berbagai agenda yang tersedia, khususnya program kesehatan, kegiatan sosial, dan pelayanan publik. Dukungan media massa juga diharapkan dapat memperluas penyebaran informasi jadwal kegiatan agar semakin banyak warga terlibat dalam perayaan HUT ke-419 Kota Makassar. (*)





