MakassarNews

Kelurahan Layang Hadirkan Sentra Tukar Sampah Digital, Dorong Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

“Pengelolaan sampah ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Pak Lurah. Semua harus terlibat, mulai dari RT/RW, kader PKK, ibu-ibu pengurus PKK kelurahan, sampai masyarakat. Kalau semua bergerak bersama, hasilnya tentu akan lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya akurasi pendataan masyarakat, termasuk data Dasawisma, agar pelaksanaan program lingkungan dapat berjalan lebih tepat sasaran.

Melinda turut menyoroti potensi ekonomi dari sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual apabila dipilah dan dikumpulkan dengan baik. Dalam kesempatan tersebut, ia mencontohkan seorang pengurus RT yang mampu membeli sepeda motor bekas dari hasil penjualan sampah anorganik yang dikumpulkan warga.

BACA JUGA  UMKM Makassar Didorong Naik Kelas, Pemkot Jajaki Akses Pasar Australia

Contoh tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah berpeluang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, selain membantu mengurangi beban pengelolaan sampah perkotaan.

Sementara itu, Lurah Layang, Ahdar Natsir, menjelaskan bahwa Sentra Tukar Sampah MuliaAsri dirancang sebagai layanan digital yang menghubungkan masyarakat dengan aktivitas pengumpulan dan pengelolaan sampah.

Camat Bontoala, Patahulla, menambahkan bahwa fasilitas di Kelurahan Layang merupakan sentra tukar sampah berbasis aplikasi kedua yang hadir di wilayahnya. Sebelumnya, layanan serupa telah diresmikan di Kelurahan Gaddong.

BACA JUGA  DPPKB Makassar dan Melinda Aksa Munafri Perkuat Sinergi Program Pembangunan Keluarga

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button